Monthly Archives: October 2014

Penderita HIV/AIDS Di Mimika Tertinggi Di Indonesia

Jumlah penderita HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Kabupaten Mimika, Papua, hingga akhir Juni 2009 mencapai 1.993 orang dan menjadikannya sebagai jumlah kasus tertinggi di Indonesia.

Sosial

PENDUDUK DAN SOSIAL BUDAYA

Jumlah dan Kepadatan Penduduk
Berdasarkan data Statistik Tahun 2009, penduduk Kabupaten Mimika  pada tahun 2008 adalah 187.751 jiwa yang terdiri 109.159 jiwa laki-laki dan 78.592 jiwa perempuan. Dengan luas wilayah 19.592 km2, maka kepadatan penduduk rata-rata mencapai 9,58 jiwa per km2.

Iklim dan Cuaca

IKLIM DAN CUACA

Wilayah Kabupaten Mimika termasuk ke dalam Tipe Iklim A, menurut klasifikasi Schmitd – Ferguson. Dalam tipe ini curah hujan bulanan senantiasa di atas 100 mm setiap tahunnya, dan menurut klasifikasi Koppen, termasuk ke dalam Tipe Hujan A.

Budaya

BUDAYA

Secara umum terdapat 2 kelompok masyarakat lokal yang berdiam di Wilayah Kabupaten Mimika. mereka berbagi menurut wilayah hunian, yakni suku Kamoro di dataran rendah (umumnya bermukim di pantai dan pinggiran aliran sungai serta rawa) dan suku suku Amungme di dataran rendah hingga dataran tinggi.

Profil Wakil Bupati Kabupaten Mimika

Wakil_Bupati_Yohanis_Bassang_Small

Wakil Bupati Kab. Mimika Periode 2015-2020
Yohanis Bassang, SE, M.Si

 

 

Profil Bupati Kabupaten Mimika

Bupati Eltinus Omaleng, SE

 Bupati Kab. Mimika Periode 2015-2020
Eltinus Omaleng, SE

 

Peta Lokasi Kabupaten Mimika

peta-lokasi

Lokasi Kabupaten Mimika

Lambang Daerah Kabupaten Mimika

 003

ARTI LAMBANG

  1. Wadah Lambang bersudut Lima yang melambangkan Pancasila sebagai wadah Filsafat Negara
  2. Wadah Lambang Berbentuk Perisai melambangkan unsur-unsur sebagai Pusat Pemerintahan, Pembangunan Perdagangan, Industri, Pendidikan,     Wisata dan Olahraga, yang merupakan satu kesatuan untuk mencapai cita-cita dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin.
  3. Dasar Lambang Wadah Berwarna Kuning, melambangkan kekayaan alam dan Taman Nasional Lorentz.
  4. Lukisan gunung melambangkan keadaan Geografis daerah dan salju abadi yang terdapat di daerah.
  5. Kalung kebesaran dengan benang kecil berwarna putih berjumlah 8 (delapan), dan kulit kerang berjumlah 10 (sepuluh) dan 1 (satu) kulit. Kerang kecil memanjang berderet 3 (tiga) berjumlah 96 (sembilan puluh enam) melambangkan susunan budaya Kamoro dan mencerminkan kekayaan budaya dari 2 (dua) suku terbesar yaitu Kamoro dan Amungme
  6. Setangkai Padi dan Setangkai Bunga Kapas melambangkan kesejahteraan bagi masyarakat yang diperoleh melalui Pembangunan dalam berbagai aspek.
  7. Unsur air melambangkan sungai dan laut yang merupakan potensi kehidupan masyarakat Kabupaten Mimika.

Motto Daerah Kabupaten Mimika

EME NEME YAUWARE

Moto Daerah Kabupaten Mimika adalah “EME NEME YAUWARE” yang berarti “BERSATU, BERSAUDARA KITA MEMBANGUN”. Moto tersebut merupakan penggabungan 2 bahasa dari 2 suku besar penduduk asli Kabupaten Mimika yakni Suku Amungme dan Suku Kamoro.

EME  artinya : Teman (bahasa Suku Amungme)

NEME artinya : Berteman/bersaudara (bahasa Suku Amungme)

YAUWARE artinya : Semangat (bahasa Suku Kamoro)

Sejarah Kabupaten Mimika

Sejarah Kabupaten Mimika

Kabupaten Mimika merupakan salah satu Kabupaten dari beberapa Kabupaten di Provinsi Papua yang terletak di wilayah pantai selatan dimana Mimika dulunya merupakan salah satu Kecamatan dari Kabupaten Fak-fak dan wilayahnya disebut Kecamatan Mimika Timur.

Melihat kondisi pemerintahan saat itu dengan jumlah pegawai perwakilan kecamatan yang sangat sedikit serta luasnya wilayah pelayanan pemerintahan, maka Pemerintah Daerah Tingkat II Fak-fak memandang perlu untuk melakukan pemekaran wilayah pemerintahan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di wilayah Mimika yang tentunya membutuhkan perhatian dan pelayanan dari Pemerintah. Hal ini di wujudkan dengan pembentukan Kantor Pembantu Bupati di Timika  yang di tetapkan sebagai Pembantu Bupati Kepala Daerah Tingkat II Fak-fak wilayah Mimika oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Fak-fak.

Memperhatikan perkembangan jumlah penduduk, luas wilayah, potensi dan meningkatnya tugas dan tanggung jawab di bidang pemerintahan, maka di pandang perlunya pembentukan Pemerintahan Kabupaten Administratif sehingga Pemerintahan Pembantu Bupati Fak-fak wilayah Mimika di tetapkan sebagai Kabupaten Administratif pada tanggal 8 Oktober 1996 oleh Menteri Dalam Negeri di Jayapura. Setelah terbentuk menjadi Kabupaten Administratif maka ditetapkan wilayah Kecamatan yang terdiri dari : Kecamatan Mimika Timur, Mimika Barat, Agimuga dan wilayah pemekaran Kecamatan Mimika Baru yang berkedudukan di Timika.

Setelah kurang lebih 4 (empat) tahun pelaksanaan pemerintahan Kabupaten Administratif, maka pada tanggal 18 Maret tahun 2000 di resmikan perubahan status dari Kabupaten Administratif menjadi Kabupaten Definitif oleh Gubernur Provinsi Papua Drs. J.P. Salossa, M.Si berdasarkan Undang-undang No.45 Tahun 1999.

Setelah resmi menjadi Kabupaten Definitif, maka pada tanggal 18 Juni 2001 Pemerintah Daerah secara resmi menetapkan 12 Kecamatan (atau yang sekarang telah dirubah menjadi Distrik) yang menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Mimika. Distrik tersebut adalah : Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Tembagapura, Mimika Timur, Mimika Timur Jauh, Mimika Tengah, Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, Agimuga, Jila dan Jita.


Warning: Missing argument 1 for get_sidebars(), called in /home/sloki/user/h46172/sites/mimikakab.go.id/www/baru/wp-content/themes/NewsFact/archive.php on line 54 and defined in /home/sloki/user/h46172/sites/mimikakab.go.id/www/baru/wp-content/themes/NewsFact/lib/Themater.php on line 589